Awas, HIV/AIDS Bisa Tertular Lewat Mulut

Kamis, 17/02/2011,

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr drg Diah Savitri MSi Sp.PM menyatakan HIV/AIDS, diabetes, hepatitis, herpes, ginjal, dan penyakit sistemik lainnya dapat dideteksi lewat rongga mulut.

“Tidak banyak orang yang tahu bahwa rongga mulut dapat menjadi indikator adanya penyakit sistemik yang diderita seseorang,” kata guru besar bidang Ilmu Penyakit Mulut itu di Surabaya, Kamis (17/2/2011).

Ia mengemukakan hal itu didampingi dua rekan sejawatnya yang sama-sama dikukuhkan pada 19 Februari yakni Prof Dr drh Nunuk Dyah Retno Lastuti MS (FK) dan Prof Dr Bambang Tjahjadi SE MBA Ak (FE).

“Dokter penyakit mulut selama ini tidak dilirik masyarakat, karena masyarakat cenderung kepada dokter gigi atau dokter umum, padahal dokter penyakit mulut itu dapat mendeteksi gejala penyakit sistemik, sehingga dapat dicegah lebih dini,” katanya.

Menurut Guru Besar ke-401 Unair itu, gejala penyakit sistemik itu dapat dideteksi pada rongga mulut lewat tanda-tanda seperti sariawan yang tidak sembuh selama 14 hari, bercak putih, gigi bergoyang, dan sejenisnya.

“Tapi, indikasi yang tampak itu harus dibuktikan terlebih dulu lewat pemeriksaan rongga mulut secara intensif, termasuk dengan dukungan bagian lain seperti bagian penyakit dalam,” katanya.

Ia mencontohkan gigi bergoyang dalam usia masih muda seperti 20 atau 25 tahun, maka gejala itu merupakan indikasi penderitanya mengalami “diabetes mellitus” (penyakit kencing manis).

“Diabetes Mellitus juga dapat diindikasikan dengan mulut terasa kering, panas, atau terbakar,” kata guru besar yang akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Ilmu Penyakit Mulut (Oral Medicine) sebagai Jembatan yang Memfasilitasi Ilmu Kedokteran Gigi dan Kedokteran” itu.

Contoh lain, sariawan yang tidak sembuh lebih dari 14 hari, maka penderitanya terindikasi pengguna narkoba jarum suntik, tapi bisa juga karena gejala hormonal atau stres.

“Karena itu indikasi awal itu masih harus diikuti dengan pemeriksaan rongga mulut, sehingga indikasi itu terdeteksi dan akhirnya dapat diantisipasi,” katanya.

Untuk gejala penyakit HIV/AIDS, indikasi yang dapat dideteksi pada rongga mulut adalah luka spesifik pada gusi. “Selasa (22/2), kami akan membuka pemeriksaan gigi dan mulut untuk pasien HIV/AIDS,” katanya.

Contoh lain lagi adalah indikasi herpes yang dapat diketahui pada bintik-bintik yang menggumpal (melenting) pada rongga mulut, sedangkan bercak putih pada rongga mulut bisa mengindikasikan sel ganas.

Sementara itu, Prof Nunuk Dyah Retno Lastuti sebagai guru besar bidang Ilmu Parasitologi Veteriner akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pendekatan Biologi Molekuler dan Imunologi untuk Pengembangan Diagnosis Penyakit Parasit (Skabies).”

Lain halnya dengan Prof Bambang Tjahjadi. Sebagai guru besar bidang Ilmu Akuntansi, ia akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Fatamorgana Good Governance di Indonesia dan Peran Strategis Sistem Manajemen Terintegrasi.”   (Aef/At) (berita8.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s